Perusahaan Menggunakan 100% Energi Terbarukan Untuk Produksi, Apa Mungkin?

Beberapa dekade terakhir, dunia sedang mengalami perubahan iklim yang ekstrim serta efek rumah kaca yang menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan. Oleh karena itu, tidak heran pemerintah dari berbagai negara mencetuskan beberapa program dan peraturan demi efisiensi energi dan penggunaan energi terbarukan. Hal ini mereka lakukan untuk mencapai tujuan ekonomi, lingkungan serta energi yang efisien dan ramah lingkungan.

Peraturan ini bisa mengurangi polusi udara, meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, mengurangi biaya produksi energi serta meningkatkan kualitas udara di suatu area bahkan negara. Dengan meningkatnya kualitas udara, maka taraf hidup masyarakat di suatu daerah secara otomatis akan meningkat. 

Meskipun terdapat banyak sekali manfaat yang didapatkan dari peraturan pemerintah tentang energi terbarukan ini, akan tetapi penerapannya tidak semudah yang dibayangkan. Ini karena beberapa perusahaan baik swasta maupun milik pemerintah belum menyadari dampak langsung yang ditimbulkan dari penggunaan energi terbarukan untuk produksi. 

Oleh karena itu, sebenarnya apa saja manfaat dari energi terbarukan? Mungkinkah energi terbarukan bisa digunakan secara 100% untuk proses produksi dalam suatu perusahaan?

 

Manfaat Energi Terbarukan

Energi terbarukan bisa mengurangi permintaan terhadap energi fosil yang tidak dapat terbarukan, seperti gas serta batu bara. Permintaan yang berkurang terhadap energi fosil ini otomatis membuat pemasukan dari sektor energi fosil menjadi berkurang. Akan tetapi, ada banyak sekali manfaat lainnya yang tentu lebih menguntungkan dan tidak merusak lingkungan sekitarnya. 

Penggunaan energi terbarukan dapat melindungi produsen dan konsumen dari harga bahan bakar fosil yang cenderung tidak stabil. Bahan bakar fosil menghasilkan polutan di udara yang menyebabkan adanya efek rumah kaca. 

Dengan berkurangnya penggunaan bahan bakar fosil, maka efek rumah kaca pun dapat dihindari. Efek rumah kaca sendiri memiliki efek seperti selimut yang tebal mengelilingi bumi dan atmosfer dan membuat udara panas terperangkap. Jika efek rumah kaca berkurang, maka otomatis berbagai macam bencana alam, badai, kenaikan air laut dan musnahnya beberapa spesies hewan akibat rumah kaca juga bisa dihindari.

Polusi udara maupun air yang ditimbulkan dari gas alam, minyak bumi serta batu bara dapat menyebabkan beberapa penyakit seperti gangguan pernapasan, gangguan saraf, sakit jantung, kanker, kelainan pada janin dan beberapa penyakit serius lainnya. Sedangkan, energi terbarukan seperti energi angin, hydroelectric, geothermal dan biomass mungkin juga memproduksi sedikit polusi, tetapi persentasenya jauh lebih rendah dari energi fosil pada umumnya. 

Selain itu, penggunaan energi terbarukan akan lebih efektif dan lebih mudah untuk didistribusikan bila dibandingkan dengan energi fosil. Energi terbarukan juga tetap bisa diproduksi meskipun ada bencana alam karena tidak memerlukan mesin tertentu bervolume besar. Energi terbarukan juga mudah untuk dikembangkan dan dapat mengurangi polusi, terutama penggunaan biomassa dan biofuel. Penggunaan biomassa dan biofuel ini membutuhkan proses organik dari tumbuhan dan mikroorganisme yang berasal dari sampah rumah tangga. Sehingga pemanfaatannya membutuhkan sampah rumah tangga dan otomatis mengurangi tumpukan sampah tersebut di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

 

Perbandingan Biaya Produksi

Penggunaan energi terbarukan dapat membuka lapangan pekerjaan yang nantinya akan berefek pada perekonomian masyarakat yang ikut berkembang. Dibandingkan dengan energi fosil yang membutuhkan biaya operasional mesin yang besar. Di negara maju seperti Amerika, penggunaan energi terbarukan sendiri mampu membuka hingga 100.000 lowongan pekerjaan di berbagai sektor. Mulai dari instalasi energi hydroelectric, geothermal, tenaga surya dan jenis energi terbarukan lainnya.

Selain itu, energi terbarukan memiliki harga yang lebih stabil dibandingkan dengan energi fosil. Energi fosil seperti minyak bumi dan batubara selalu mengalami kenaikan harga dikarenakan jumlah bahan bakunya yang terbatas dan tidak bisa diperbarui. Sedangkan, penggunaan energi terbarukan dalam jangka panjang memiliki biaya operasional yang murah. Sehingga harga jual listrik yang ditawarkan akan lebih murah bila dibandingkan dengan listrik yang memanfaatkan energi fosil.

Dengan biaya yang lebih murah, sebenarnya energi terbarukan juga bisa digunakan untuk keperluan rumah tangga sehari-hari. Menggunakan tenaga surya misalnya, mungkin Anda akan membutuhkan biaya investasi yang cukup besar pada awalnya. Akan tetapi, untuk jangka panjangnya, penggunaan tenaga surya ini bisa sangat menguntungkan. Dengan menggunakan energi surya, anda akan mendapatkan penghematan yang signifikan dan lebih ramah untuk lingkungan.

 

Penggunaan 100% Energi Terbarukan Untuk Produksi di Indonesia

Penggunaan energi terbarukan di Indonesia rupanya bukan hal yang baru lagi. Jumlah penduduk Indonesia yang semakin bertambah setiap tahunnya membuat kebutuhan energi listrik semakin tinggi. Peningkatan kebutuhan ini tidak disertai dengan peningkatan produksi energi fosil. Energi fosil justru malah mengalami penurunan karena energi fosil merupakan energi yang tidak bisa diperbarui dan dapat habis. Pemerintah Indonesia sendiri telah menargetkan Indonesia untuk menggunakan energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025. Target ini nantinya akan meningkat sebesar 31% pada 2050. 

Penggunaan energi baru terbarukan memang sangat penting untuk keberlangsungan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Mengingat, kondisi energi fosil yang semakin menipis dengan eksploitasi besar-besaran. Selain itu, pemerintah juga mulai mencanangkan penggunaan tenaga air, bioenergi, energi panas bumi, tenaga surya dan tenaga angin. Penggunaan biofuel (B-20) juga mulai diberlakukan. Biofuel ini terbuat dari campuran minyak sawit dengan bahan bakar diesel sehingga dapat mengurangi penggunaan energi fosil.

 

Perusahaan Indonesia Yang Menggunakan Energi Terbarukan

Di sisi lain, salah satu perusahaan publik yakni PT. Multi Bintang Indonesia Tbk menjadi perusahaan pertama yang memiliki target untuk menggunakan 100% energi terbarukan untuk melakukan proses produksi pada tahun 2025 mendatang. Penggunaan energi terbarukan ini diberlakukan sebagai bukti kontribusi nyata terhadap Indonesia. Perusahaan ini berencana memasang panel surya (fotovoltaik) pada kedua atap brewery dengan kapasitas 2,7 megawatt-peak (MWp). Total energi yang dihasilkan oleh panel surya ini diperkirakan mencapai 4000 megawatt-hour (MWh) dalam satu tahun. 

Perusahaan tersebut akan mengganti 40% pemakaian listriknya menggunakan energi terbarukan tersebut. Kelak, pada tahun 2025, diperkirakan 100% pemakaian listrik perusahaan akan seluruhnya dicapai menggunakan energi terbarukan. Jika dibandingkan dengan perumahan, 4000 megawatt-hour (MWh) ini bahkan setara dengan kebutuhan energi listrik untuk 3000 rumah tangga setiap tahunnya. 

Tidak hanya itu, PT. Multi Bintang Indonesia juga telah meresmikan penggunaan energi biomassa yang merupakan sumber energi termal ramah lingkungan pada Juni 2018 lalu. PT. Multi Bintang Indonesia juga berencana untuk berinvestasi dalam pembangunan fasilitas biomassa di Tangerang untuk brewery dan mengadakan penelitian atas pemasangan panel surya di atas tanah (ground-mounted).

Berbagai upaya yang dilakukan oleh PT. Multi Bintang Indonesia ini merupakan langkah awal yang baik dan bisa dicontoh oleh perusahaan publik maupun perusahaan pemerintah lainnya. Komitmen Multi Bintang untuk melakukan penggunaan perubahan energi ini menjadi contoh nyata bahwa penggunaan energi terbarukan secara 100% untuk proses produksi sangat mungkin untuk dilakukan. 

 

Akan tetapi, diperlukan kerjasama yang efektif dan efisien antar sesama mitra bisnis agar proses penggunaan energi terbarukan ini bisa berjalan secara masif. Selain itu, diperlukan perencanaan yang matang dan terarah agar nantinya penggunaan energi terbarukan bisa berjalan secara efektif dan bisa digunakan dalam waktu yang lama.

 

Written by Shanis Irsamayanti | 30 Jan 2020

Add Comment

Comment

No comment