5 Kota di Indonesia Yang Memiliki Potensi Tinggi Untuk Pemanfaatan Panel Surya

Pemerintah Indonesia memiliki cita-cita untuk mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 29% pada tahun 2025. Cita-cita itu muncul karena Indonesia memiliki potensi untuk mulai menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Potensi itu berupa intensitas matahari maksimum yang diterima Indonesia setiap tahun. Rata-rata dapat dihasilkan 4,5 hingga 5,1 kWh/m2 energi matahari. Hal ini dikarenakan Indonesia berada di tengah garis khatulistiwa.

Dengan memanfaatkan PLTS sebagai sumber energi listrik, negara dapat berkontribusi dalam pengurangan produksi emisi gas. Untuk mewujudkan target, pemerintah membuat kebijakan mengenai PLTS untuk masyarakat yang ingin berpartisipasi dengan menggunakan panel surya sebagai sumber energi listrik.  Terdapat beberapa kota yang memiliki potensi tinggi untuk pemanfaatan panel surya. Mari simak tulisan di bawah untuk mengetahuinya.

Kupang

Kupang terletak di provinsi Nusa Tenggara Timur. Potensi radiasi matahari yang dimiliki daerah di Nusa Tenggara Timur dimanfaatkan untuk memproduksi energi listrik untuk disalurkan ke desa pedalaman. Setiap tahunnya, Kupang dapat menerima radiasi matahari sebesar 5.8 kWh/m2. Angka itu dipengaruhi oleh angin kering dari Australia. Berdasarkan data dari BMKG El-tari Kupang, lama penyinaran optimal di kota Kupang dapat menghasilkan radiasi matahari yang berlangsung selama 9 jam dalam sehari sejak pukul 08.00-16.00 WITA. Di Kupang, terdapat PLTS pertama dan terbesar di Indonesia yaitu PLTS 5 MWP.

Surabaya

Institute for Essential Services Reform (IESR) menyatakan potensi pengguna Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap untuk rumah tangga terbesar ada di Jawa Timur (Jatim). Potensi kapasitas listriknya mencapai 117,2 Gigawatt per peak (GWp). Salah satu kota yang memiliki potensi radiasi matahari yang tinggi adalah Surabaya. Sama seperti Kupang, Surabaya juga dilalui angin kering dari Australia. Rata-rata radiasi matahari yang diterima kota Surabaya adalah 5,29 kWh/m2.

Semarang

Dilansir dari Jawa Pos, Direktur Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa mengatakan potensi energi surya di Jateng cukup besar yakni 4,05-5 kWh/kWp per hari. Ini di atas rata-rata Indonesia yaitu sebesar 3,75 kWh/kWp. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk penggunaan panel surya. Salah satu kota di Jawa Tengah yang menjadi proyek percontohan pemasangan panel surya adalah Semarang. Pemasangan panel surya dilakukan di Bendungan Jatibarang. 936 panel surya dipasang dengan ukuran 1,6 meter x 1 meter pada lereng utara bendungan sehingga memiliki kapasitas listrik sebesar 304,2 kilowatt-peak (kWp) atau setara 291.000 kWh per tahun. 

Lombok

Potensi Tenaga surya di Lombok untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik cukup melimpah. Rata-rata tenaga surya yang bisa dimanfaatkan menjadi listrik sebesar 3,3-5,6 kWh/m2. Terdapat empat PLTS yang beroperasi di Lombok, yaitu PLTS Pringgabaya, PLTS Selong (Lombok Timur), dan PLTS Sengkol. Lalu yang keempat adalah PLTS Sambelia (Lombok Timur) berkapasitas 5 mega watt (MW) beroperasi 30 Desember 2019.

Bali

Dilansir dari artikel Greenpeace, berdasarkan penelitian yang dilakukan Rumbayan, M., et al. (2012) Bali memiliki cuaca cerah selama 12 jam di siang hari dan stabil sepanjang tahun dengan radiasi matahari rata-rata yang tinggi dibandingkan dengan wilayah lainnya, yaitu sebesar 5,3 kWh/m2 per hari. Dengan menggunakan sistem pemodelan pemetaan, dapat diketahui bahwa total potensi energi surya di Provinsi Bali dapat mencapai 113,436.5 GWh per tahun, di mana jauh melebihi jumlah permintaan energi penduduknya pada tahun 2027, yaitu 10,014 GWh per tahun. Potensi tersebut membuat Bali menjadi proyek percontohan provinsi pertama yang memproduksi energi bersih rendah emisi karbon. 

Di samping lima kota di atas, potensi energi surya yang dimiliki oleh beberapa kota lain di Indonesia juga dapat dimanfaatkan untuk pemanfaatan Panel Surya. Hal ini dapat menjadi langkah untuk memulai menggunakan panel surya. Selain tidak menyumbang emisi karbon, penghematan biaya operasional dan biaya listrik dapat menjadi keuntungannya. Kini Anda lebih mengetahui potensi panel surya di beberapa kota di Indonesia. Ingin mulai menggunakan panel surya di kota Anda? Yuk, mulai gunakan panel surya mulai sekarang.

Written by Naura Nady Salsabila | 02 Jun 2020

Add Comment

Comment

No comment