Bisakan Panel Surya Berfungsi Saat Malam Hari?

Penggunaan panel surya di dunia terus mengalami peningkatan. Hal ini tidak hanya untuk mengurangi dampak pemanasan global, tapi juga untuk menekan biaya. Data dari International Energy Agency pada 2017 lalu menyebutkan bahwa panel surya semakin diminati, terutama di Tiongkok dengan persentase 60% dari penggunaan panel surya di dunia.

Terlepas dari itu, sebagian kalangan bertanya-tanya apakah panel surya dapat berfungsi pada malam hari mengingat ia sangat bergantung pada sinar matahari. Untuk itu, simak ulasannya di bawah ini.

 

Cara kerja panel surya

Apakah panel surya berfungsi di malam hari? Sebelum membahasnya, penting bagi Anda untuk mengetahui tentang cara kerja panel surya terlebih dulu. Seperti yang sudah Anda tahu, panel surya hanya bisa menghasilkan tenaga listrik saat ada sinar matahari. Di Indonesia, idealnya panel surya bisa berfungsi secara optimal selama masa penyinaran 4,5-5 jam atau setara 4,5-5 kWh/hari. Sistem yang mengubah sinar matahari menjadi arus listrik ini dinamakan dengan fotovoltaik.

Saat siang hari, panel surya pada atap akan mengubah sinar matahari menjadi energi listrik arus searah (DC). Energi listrik ini lalu dikonversi menjadi listrik arus bolak-balik (AC) menggunakan sebuah komponen panel surya bernama grid-inverter. Listrik arus AC inilah yang bisa digunakan untuk mendukung kebutuhan berbagai peralatan listrik rumah tangga seperti mesin cuci, lampu, kulkas, TV, dan lain-lain.

Nah, mengingat cara kerja panel surya yang sangat bergantung pada sinar matahari, di sinilah mulai muncul kekhawatiran terkait fungsi panel surya pada malam hari. Jika tak ada sinar matahari pada malam hari, apakah lantas panel surya berhenti bekerja begitu saja? Jika memang begitu, apakah berarti Anda tidak bisa menggunakan berbagai peralatan listrik saat matahari tidak muncul?

 

Panel surya on grid penuhi kebutuhan listrik pada malam hari

Sebagai solusi atas kekhawatiran tersebut, Anda bisa menggunakan panel surya bersistem on grid yang masih terhubung dengan jaringan PLN. Dengan memasang sistem panel surya on grid, rumah Anda akan mengambil listrik dari PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik saat malam hari atau ketika sedang tidak ada sinar matahari yang muncul. Dengan kata lain, Anda pun tetap dapat beraktivitas seperti biasa menggunakan berbagai perangkat listrik saat malam hari.

Tak hanya itu, jika misalnya pada siang hari tidak ada orang di rumah Anda yang menggunakan listrik, maka sistem panel surya on grid akan mengirim listrik tersebut ke PLN melalui net meter. Jadi, tidak akan ada produksi listrik panel surya yang akan terbuang percuma.

 

Menggunakan energi uap sebagai alternatif

Selain sistem on grid yang terhubung dengan jaringan PLN, panel surya ternyata juga bisa bekerja saat malam hari dengan menggunakan uap. Metode ini mungkin memang belum populer di Indonesia, tapi ternyata sudah berhasil diterapkan di Spanyol. Di bagian selatan kota ini, terdapat stasiun panel surya bernama Gemasolar yang justru mengaktifkannya pada malam hari. Stasiun Gemasolar dilengkapi dengan tangki garam cair untuk menghasilkan uap panas sehingga panel surya bisa menghasilkan energi di malam hari untuk disalurkan.

Cara kerjanya hampir sama dengan panel surya di siang hari. Energi panas yang terkumpul sampai 900 derajat Celcius di dalamnya digunakan untuk menghangatkan tangki garam cair. Tangki garam cair inilah yang menghasilkan uap panas untuk menyalakan stasiun turbin raksasa. Energi tersebut menghasilkan 110 GWh/tahun, yang dapat mensuplai 25.000 rumah di kawasan Andalusia (selatan Spanyol) selama 270 hari per tahunnya. Demikian dilansir dari laman Liputan6.com.

 

Jadi, tak perlu khawatir lagi Anda tak bisa menggunakan listrik dari panel surya saat malam hari. Penjelasan di atas membuktikan bahwa panel surya tetap dapat berfungsi pada malam hari berkat adanya sistem on grid yang terhubung dengan jaringan PLN. Semoga bermanfaat!



Written by Irfantoni Listiyawan | 24 Sep 2018

Add Comment

Comment

No comment